username

password


pengisian username lengkap dengan domain misalnya info@langkatkab.go.id

IP anda adalah:
38.107.191.111

Anda adalah pengunjung:
934034
Stabat
08 September 2010









Home » Artikel
Selasa, 12 January 2010

Terobosan Mantap Ngogesa Sitepu

Waspada Online,

Sampai tulisan ini dimuat Waspada, saya tidak pernah bertemu langsung dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. Perkenalan saya dengan Bupati Langkat itu hanya melalui pemberitaan tentang kinerjanya sekarang sebagai Bupati di mass media khususnya di Waspada.

Selaku penulis dan peneliti independen,saya memiliki ekspetasi besar terhadap kinerja Bupati Langkat saat ini melalui terobosan-terobosannya. Walau belum lama menjabat sebagai Bupati Langkat menggantikan Pak Syamsul Arifin yang kini menjadi Gubsu, Ngogesa Sitepu mampu tampil sebagai “ikon” baru dalam dunia politik di Sumut.

Ada hal yang sangat menarik bagi saya saat melihat foto Bupati Langkat di media. Penampilannya yang selalu memakai peci nasional dalam setiap kunjungan kerjanya ke daerah-daerah di Kabupaten Langkat mengingatkan saya dengan ciri khas Soekarno, Presiden RI pertama yang selalu memakai peci nasional dalam semua aktivitas pemerintahnya waktu me-mimpin republik ini dulu.

Ciri khas ini jualah yang membedakan Ngogesa Sitepu dengan semua kepala daerah di Sumut. Unik tapi di sini jugalah daya tarik Ngogesa. Dengan tubuh yang tinggi tegap dan wajah yang selalu senyum serta penampilan yang sangat berwibawa sehingga setiap bahasa tubuh Ngogesa mantap dilihat oleh siapa pun. Apalagi terobosan yang dilakukan Ngogesa mampu mendobrak tradisi lama para pendahulunya.

Kabupaten Langkat di bawah pimpinan Ngogesa Sitepu dengan kebersahajaannya mampu memimpin para pegawai dan birokrat dengan mengayomi semuanya. Sehingga tercipta sebuah harmonisasi dalam satu kesatuan visi kinerja di semua pegawai dan birokrat Kabupaten Langkat. Hal inilah yang membuat segala kebijakan dan pelayanan publik diLangkat berjalan maksimal dalam melayani kepentingan masyarakat.

Segala prioritas kebijakan yang dilakukan Ngogesa Sitepu untuk ‘Mengabdi’ dan menitikberatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Kinerja ini sesuai dengan visinya ketika kampanye Pilkada Langkat tahunlalu yaitu ‘Membangun Langkat mencapai kesejahteraan dan kemakmuran’.

Pembuktian yang dilakukannya adalah di hari kerja pertamanya sebagai Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu mengeluarkan perintah kepada Dinas Kesehatan Langkat agar melayani masyarakat dalam waktu 24 jam. Selain melayani warga Langkat selama 24 jam, para camat juga diimbau untuk menjadwalkan Minggu bersih sembari berkumpul bersama masyarakat untuk mendengar keluhan dan harapan tentang wilayah masing-masing.

Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang menepati janjinya kepada rakyatnya.Walau semua janji belum dilakukan Ngogesa Sitepu tapi sebagai terobosan awal yang dilakukannya, saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pemimpin yamg memiliki keinginan untuk bekerja keras bagi rakyatnya.

Ngogesa Sitepu menurut saya adalah sosok Bupati yang memiliki kriteria itu ,yaitu Bupati yang amanah, cerdas dan berani mengoptimalkan peluang otonomi daerah demi memajukan pembangunan di daerahnya. Sebagai terobosan teranyar dan mantap yang dilakukan Bupati Langkat adalah penandatanganan nota kesepakatan ( MoU) antara pertamina Pusat-Pelindo 1 dan Pemkab Langkat yang langsung disaksikan oleh Meneg BUMN Sofyan Djalil untuk pengoperasian Pangkalan susu yang selama ini vakum menjadi Pelabuhan Internasional.

Terobosan ini dilakukan tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Langkat khususnya dan Sumut umumnya. Tentunya terobosan seperti inilah yang harus ditiru oleh para Bupati dan Walikota di Sumatera Utara.

Reformasi Birokrasi
Dalam sistem pemerintahan modern, birokrasi berfungsi sangat penting dan strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk dapat melakukan pelayanan secara optimal, idealnya, birokrasi harus memerankan diri sebagai pelaksana kebijakan dari pemegang kekuasaan politik yang dipilih melalui pemilu dan pilkada yang merupakan mekanisme demokrasi procedural (Martin Albrow, 2005).

Namun, peran yang seharusnya dijalankan birokrasi, belum terjadi di lapangan. Birokrasi seringkali memerankan diri bukan sebagai pelayan publik (public service), tetapi sebaliknya justru sebaliknya, minta dilayani. Akibatnya birokrasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya karena birokrasi masih dipahami sebagai the official dom (kerajaan pejabat) semata.

Seharusnya birokrasi dapat dipahami juga, meminjam konsepsi Hegel, sebagai alat untuk menghubungkan kepentingan particular dengan kepentingan publik. Oleh karena itu, perlu dilakukan reinvention government, yakni suatu perubahan mendasar dalam organisasi dan sistem publik guna menciptakan peningkatan yang dramatis dalam hal efektivitas, efisiensi, adaptasi dan kemampuan inovatif.

Perubahan ini dapat dilakukan melalui perubahan tujuan, insentif, akuntabilitas, struktur kekuasaan, dan budaya (Osborne dan Plastrik, 1992). Kesadaran atas pentingnya reformasi birokrasi dalam proses pemerintahan dan pembangunan harus berasal dari pemimpin, baik tingkat daerah maupun pusat dan bukan dari birokrat sendiri.

Reformasi birokrasi yang sudah dan sedang terjadi di Kabupaten Langkat tidak bisa dilepaskan dari peran kuat Ngogesa Sitepu selaku Bupati. Dalam hal ini, Ngogesa Sitepu menyadari dalammemimpinKabupatenLangkat akan mengalami hambatan yang telah dilakukan birokrasi sebelumnya.

Bagaimanapun birokrasi yang dipimpinnya adalah birokrasi “peninggalan” para bupati sebelumnya yang mungkin “tidak mau” bekerja sama dengannya. Karena itu dalam kebijakan terhadap birokrasi di daerah Langkat maka sudah tepat Ngogesa Sitepu melakukan pergantian jajaran birokrasi (reformasi birokrasi) di Kabupaten Langkat dan meletakkan birokrat yang profesional sesuai keahliaan kedinasannya agar kebijakan pembangunan dan pelayanan public dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Apa yang baik dari “peninggalan” Pak Syamsul Arifin mungkin bisa dimanfaatkan kembali dan apa yang “bobrok” harus ditinggalkan dan dibersihkan secara tegas agar dalam menjalankan pemerintahannya, Ngogesa Sitepu dapat melaksanakannya dengan penuh amanah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Langkat.

Pemberantasan Korupsi
Untuk memberantas korupsi yang sudah menjadi “penyakit” lama birokrasi, Ngogesa Sitepu sudah seharusnya membuka “kebobrokan” jajaran aparat birokrasi tanpa harus takut dengan tekanan dari tokoh politik dan institusi mana pun. Bagaimanapun salah satu faktor dan actor utama yang turut berperan dalam perwujudan pemerintah yang bersih (clean government) dan kepemerintahan yang baik (good governance) adalah birokrasi.

Ngogesa Sitepu harus tegas terhadap para birokratnya agar Pemerintah Kabupaten Langkat yang bersih dan efektif dapat berjalan. Dalam posisi dan perannya yang demikian penting dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan publik, birokrasi sangat menentukan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan peningkat angaraan pemerintahan dan pembangunan.

Karenanya pra syarat untuk menuju semua itu adalah terciptanya jajaran birokrasi yang bersih dari korupsi dan maksimal dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati, seperti komitmen kuat dan kebijakan yang dilakukan Presiden SBY tentang pemerintahan bersih dengan memberantas korupsi.

Gebrakan-gebrakan pemberantasan korupsi yang dilakukan Ngogesa Sitepu, kini menjadi perhatian masyarakat Sumut yang menyimaknya melalui media massa. Gebrakan itu dilakukan tentunya tanpa ada niat untuk mencari dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.

Gebrakan lainnya yang dilakukan oleh Bupati Langkat adalah memangkas habis budaya “abdi dalem”. Apa yang seharusnya dilakukan oleh Bupati Langkat adalah terus bekerja keras untuk melayani rakyat dan bukan bekerja untuk mengejar-ngejar banyak penghargaan dari Presiden karena penghargaan yang terbesar adalah pengakuan dari rakyat, pemimpinnya mampu mensejahterakan rakyatnya.

Dan pengakuan itulah penghargaan yang sesungguhnya. Menjelang pelaksanan Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di Sumut, sudah seharusnya kandidat Bupati atau Walikota di Sumut yang ingin maju dalam Pilkada yang akan datang, untuk “belajar” (magang) ke Ngogesa Sitepu. Dan juga untuk seluruh kepala-kepala daerah di Sumut, untuk tidak malu “belajar” dari keberhasilan Ngogesa Sitepu yang berani membuat gebrakan dan terobosan kebijakan pembangunan dengan selalu berdasarkan pada peraturan daerah tanpa pernah melanggarnya.

Inilah sebuah komitmen kuat dari pribadi pemimpin yang kuat. Sebuah visi yang jelas dan terukur yang dituangkan Ngogesa ke dalam 7 visi-misi pembangunan Kabupaten Langkat Ngogesa Sitepu sudah membuktikan keberhasilan awalnya dalam membangun daerahnya lebih baik dari daerah lainnya dan dari pemerintahan sebelumnya.

Tangan dingin dan kepiawaiannya terus ditunggu masyarakat Langkat. Kalau diibaratkan, angin terus bertiup kencang berbenah menata wajah baru Kabupaten Langkat. Yang arahnya tiada lain untuk meraih sebuah daerah yang ideal untuk kesejahteraan masyarakat.

Selamat bekerja Ngogesa Sitepu teruslah bekerja dan jangan perduli dengan segala isu dan buruk sangka. Lanjutkan! Pemerintahan Kabupaten Langkat yang bersih, sejahterakan masyarakat dan ciptakan kedamaian di Langkat.

(UMAR SYADAT HASIBUAN - Waspada Online)

Foto : (Humas/Informasi)


Artikel List:

Pages:  1




Copyright © 2009 - Website Resmi Pemerintah Kabupaten Langkat, Hak cipta dilindungi Undang-Undang
E-mail kirim ke: sekretariat@langkatkab.go.id