Selasa, 23 Maret 2010
Kapoldasu Tinjau Markas Komando Sekolah Polisi Nasional di Kecamatan Hinai
Stabat,
Kapoldasu Irjen Pol Drs Oegroseno SH bersama
rombongan pejabat terasnya meninjau lokasi pembangunan Markas Komando
(Mako) Sekolah Polisi Nasional (SPN) di Kecamatan Hinai Kabupaten
Langkat, Senin (22/3).
Kunjungan Kapoldasu ke lokasi
Markas Komando (Mako) Sekolah Polisi Nasional (SPN) yang berada di
Desa Suka Jadi Kecamatan Hinai dengan luas 37 hektare, untuk melihat
dari dekat sejauh mana penyelesaian pembangunannya.
"Lokasinya cukup bagus, tapi pembangunannya
belum selesai, mungkin tahun ini akan kita lakukan kembali tender
untuk pembangunan gedung-gedung lain di kawasan ini, saya rasa dua
atau tiga tahun lagi, komplek Mako ini akan bisa digunakan," kata
Oegroseno usai melihat-lihat lokasi Mako yang kawasannya dikelilingi
areal persawahan.
Dalam
kunjungan singkatnya ke Mako SPN Hinai, Kapoldasu juga sempat melihat
resplein pembangunan SPN Hinai yang meliputi, mess para pelajar,
lapangan tembak, gudang senjata dan sejumlah bangunan lain di salah satu
ruangan Mako SPN.
Dari
imformasi yang diketahui, lokasi pembangunan Mako SPN di Kecamatan
Hinai yang kini masih sebatas bangunan utama saja, sedang kelengkapan
lainnya, sampai saat ini belum teralisasi. Gedung itu kini berdiri
megah di tengah areal persawahan dan dibangun pada 14 Juni 2007 lalu.
Ketika itu, peletakan batu pertamanya dilakukan mantan Kapoldasu Irjen
Pol Nurudin Usman.
Hibah
Lahan seluas puluhan hektare
ini, merupakan hibah Pemkab Langkat pada masa kepemimpinan Syamsul
Arifin. Sejak tahun 2007 lalu, bangunan yang baru selesai dikerjakan,
masih sebatas bangunan utama Mako SPN, sedang bangunan lainnya, sampai
saat ini belum tampak berdiri.
Pemberian hibah Pemkab Lagkat semasa Syamsul Arifin ini
dibenarkan Kapolres Langkat AKBP Mardiyono SIK, M.Si saat memberikan
laporan kepada Kapoldasu di sela-sela kunjungan orang nomor satu di
kepolisian Sumatera Utara itu ke SPN Hinai.
"Lokasi ini dihibahkan kepada kita semasa Bupati
Syamsul Arifin," ungkap Kapolres melaporkan. Sementara untuk biaya
pembangunan gedung utama Mako SPN Hinai ini, menurut keterangan warga
sekitar bangunan berlantai dua itu, menghabiskan biaya sebesar Rp80
miliar.
"Kalau berdasarkan
plank proyeknya dulu, biayanya untuk pembangunan gedung utama SPN
ini, Rp80 miliar," ujar warga yang berada di sekitar lokasi.
Selain menyambangi Mako SPN Hinai,
Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno juga berkunjung ke perbatasan
Aceh-Langkat untuk melihat pengawasan atau penjagaan di perbatasan
terkait aksi terorisme di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) beberapa waktu
lalu.
Menurut Kapoldasu
kepada wartawan, kunjungannya ke perbatasan terkait pengamanan wilayah
perbatasan guna mengantisipasi pergerakan terorisme ke wilayah Sumut,
usai dilakukan operasi pemberantasan teroris di Aceh beberapa waktu
lalu.
Selain itu, Langkat
juga dinilai rawan sebagai lintasan teroris untuk masuk ke Sumut,
sehingga perlu pengawasan dan penjagaan ekstra ketat untuk
mengantisipasi masuknya teroris ke Sumut.
"Langkat juga kita nilai sebagai lintasan para teroris
untuk masuk ke Sumut, kita akan cek pengawasan dan penjagaan di
perbatasan, selain menjaga pintu masuk dari para teroris, berbagai
peredaran barang terlarang, seperti ganja dan lain sebagainya, juga tak
luput dari misi pengawasan di perbatasan itu," tegas Kapoldasu.
Selain memperketat pengawasan,
Kapoldasu juga menekankan kepada anggotanya dan sejumlah masyarakat
untuk lebih mengenali wajah para teroris, hingga sebelum dilakukan
pengecekan terhadap identitas teroris, anggota kepolisian dapat lebih
dahulu mengenalai wajahnya.
"Selain memperketat kawasan perbatasan, kita juga akan
menyebarkan foto-foto para teroris agar mudah dikenali, hingga jika
ada warga atau seseorang yang di hadang di perbatasan, anggota sudah
bisa mengenal wajahnya tanpa melihat identitasnya,"tegas Oegroseno. (hpg)
Sumber: Analisa
|