Selasa, 23 Maret 2010
Berbiaya Rp 50 Miliar; Jalan Tembus Langkat-Tanah Karo Segera Dibangun
Medan,
Untuk
membuka akses dua daerah kabupaten yakni Kabupaten langkat dan Tanah
Karo, Pemprovsu akan membangun 36 kilometer lebih jalan tembus yang
menghubungkan kedua daerah itu mulai 2011.
"Pembangunan jalan ini lanjutan dari
pembangunan sebelumnya, karena jalan tembus itu sudah pernah dapat
digunakan menghubungkan dua kawasan ", kata Kadis Bina Marga Sumut
Marapinta Harahap kepada wartawan, Senin (22/3).
Disebutkan, rencana pembangunan jalan ini merupakan
usulan rakyat yang sudah lama belum terujud karena keterbatasan dana.
Maka kondisi jalan kini sudah rusak, sehingga pembangunannya diprediksi
mencapai Rp50 miliar lebih.
Pemprovsu
bersama DPRD Sumut akan memperjuangkan anggaran ditampung di APBD
sejak anggaran 2011 dengan cara multi years. Tahap pertama, perbaikan
jalan akan dimulai dari arah Kabupaten Langkat yakni Simpang Durin
Mulo hingga perbatasan Tanah Karo.
"Pemprovsu
hanya menyiapkan dana pembangunan pisik jalan secara multiyears.
Sedangkan biaya gantirugi bangunan dan tanaman diharapkan akan didanai
dua kabupaten itu", kata Marapinta.
Ketua
DPRD Sumut, H Saleh Bangun mendukung penuh rencana pembukaan jalan
tembus Karo-Langkat itu. Pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa
membuka akses kedua daerah, disamping membuka isolasi sejumlah desa di
dua kawasan.
"Dengan jalan tembus itu,
masyarakat di dua kawasan akan memperoleh akses jalan guna sarana
transfortasi", katanya.
Faktor
Penting
Inpratruktur jalan kata
politisi Partai Demokrat itu, merupakan faktor terpenting untuk
kegiatan perekonomian masyarakat. Sekaligus menarik investor untuk
menanamkan modalnya di suatu tempat.
Saleh
bangun juga putra Langkat menilai, pembangunan jalan tembus
Langat-Karo sangat menguntungkan. Alasannya, wilayah desa yang berada
di kawasan itu akan berangsur maju. Potensi pertumbuhan ekonomi sangat
besar, sebab petani di daeah itu akan memiliki akses yang luas ke
pusat pemasaran, sehingga proyek ini juga merupakan bagian dari
peningkatan kesejahteraan.
Ia berharap,
dengan adanya jalan tembus tersebut pertumbuhan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat setempat akan menjadi lebih terpacu. Selain
itu bisa membuka isolasi beberapa daerah yang selama ini belum bisa
diakses.
Ramal Ginting (75) tokoh
masyarakat Desa Tanjung Karo, Kecamatan Sei Bingei Langkat,
mengatakan, ruas jalan tersebut dahoeloe menjadi rute gerilya para
pejuang seperti Kiras bangun sebelum kemerdekaan. Bahkan setelah
kemerdekaan, sebahagian masyarakat menggunakannya sebaga jalur jalan
alternatif untuk saling menukar hasil bumi.
Karenanya, kata Ramal Ginting juga dibenarkan Sentosa
Sembiring warga Desa Tanjung Karo, jika proyek ini selesai dapat
memperpendek jarak tempuh antara Medan-Langkat-Brastagi. Juga menjadi
jalan alternatif menuju kota wisata Brastagi jika kemacetan terjadi di
Jalan Medan-Brastagi.
Sedikitnya 29 desa
di Kabupaten Langkat akan menjadi lebih maju jika jalan tembus ini
dibangun kembali, yakni Durin Mulo, Beliler,Balai Kasih,Nangka
Lima,Raja tengah Hilir,Raja Tengah Hulu, KUD, Simpang Lau Njohong,
Simpang Riang-Riang,Tanjung Karo, Simpang Suka Ramai, Grigit, Simpang
Lau Gunung, Perpulungen, Manggusta, Gunung Ambat, Kampung
Antara,Simpang Kutabuluh, Guru Benua, Deleng Pucuk, Rumah Galoh, Sampe
Cita, Penusunen, Simpang Lau Tembo, Garunggang, Lau Ratah, Simpang
Dagang, Telagah, Pamah Semelir. (sug)
Sumber: Analisa
|